KBRN, Sumenep : Desa Kebunan, Kecamatan Kota Sumenep, menjadi lokasi penting bagi gerakan eliminasi Tuberkulosis (TBC) dan Kusta. Guna mencegah penyebaran dua penyakit tersebut, Pemerintah Desa Kebunan melaksanakan Penyuluhan TBC dan Kusta yang merupakan kolaborasi antara Pemerintah Desa Kebunan, Akademi Kesehatan Sumenep, Dinas Kesehatan, Puskesmas, dan Yayasan Bhanu Yasa Sejahtera (YABHYSA) Cabang Sumenep, berlangsung sukses di Kantor Desa Kebunan, pada Kamis (19/12/2024)

Kegiatan Pemberdayaan Masyarakat Melalui Penyuluhan dan Kerjasama Strategis ini berlangsung di Kantor Desa Kebunan.

Penyuluhan TBC yang juga Ketua YABHYSA dan Dosen Farmasi Akademi Kesehatan Sumenep Zetiawan Trisno, M.Kes mengatakan, kegiatan ini bertujuan menjalankan amanah Peraturan Presiden No. 67 Tahun 2021 tentang Penanggulangan TBC.

“Kegiatan ini fokus pada peran Pemerintah Desa dalam penanggulangan TBC melalui penyediaan dana desa,” ujarnya

“Kolaborasi ini menandai awal yang baik bagi gerakan eliminasi TBC dan Kusta di Desa Kebunan. Kerjasama strategis ini diharapkan dapat menjadi model bagi desa lain di Kabupaten Sumenep,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Desa Kebunan, Waki’ah SE mengatakan,  pihaknya berkomitmen untuk mendorong masyarakat ikut serta dan siap menyiapkan pendanaan untuk pasien TBC dan kesehatan masyarakat.

“Jadi penting menyertakan upaya penanggulangan TBC dalam perencanaan penggunaan dana desa serta  kesediaan mendampingi dari perencanaan hingga hasil,” katanya.

Penyuluhan TBC dan Kusta diikuti 25 Kader Kesehatan dan Desa, Perangkat Desa, Pendamping Desa, Bhabinkamtibmas, Babinsa dan YABHYSA Cabang Sumenep.

Pemateri dalam kegiatan ini:

1.      Penyuluhan TBC oleh Zetiawan Trisno, M.Kes (Ketua YABHYSA dan Dosen Farmasi Akademi Kesehatan Sumenep).

2.      Paparan tentang Peran Desa dalam Eliminasi TBC oleh Herman Pratikto, S.Kep., Ns., M.Kes (Pj Program TB dan Kusta Kabupaten Sumenep).

3.      Pembahasan strategi Promkes oleh Jailani, (link unavailable) (Koordinator Promkes Puskesmas Pandian).

Sumber: https://www.rri.co.id/sumenep/daerah/1204940/desa-kebunan-peduli-mandiri-tuberkulosis-dan-kusta